Selasa, 13 September 2016

cerpen anak pedalaman



PERJUANGAN ANAK PEDALAMAN
Di sebuah desa kecil di daerah pebatasan indonesi-malaysia lahir seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang dokter yang bernama rudi, dia lahir dari keluarga kurang mampu, orang tuanya hanyalah seorang pentani.
Sejak kecil dia bercita-cita menjadi dokter, tetapi kempatan dia mengejar cita-citanya itu sangat kecil, karena dia tinggal di daerah pedalaman dan tidak memiliki biaya untuk sekolah. dia adalah anak yang pintar dan giat belajar, saking pintarnya dia selalu mendapat juara 1 di sekolahnya dan selalau mendapat bantuan dari pemerintah agar bisa bersekolah, sekarang dia duduk di bangku SMA, sekarang dia sudah kelas xii jurusan IPA dan sebentar lagi lulus.
Jarak dari rumahnya ke sekolah sangat lah jauh sekitar 5 km, setiap harinya dia pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, jam 4:30 pagi dia sudah berangkat kesekolah, sepulang sekolah dia selalu membantu orang tuanaya di sawah dan malam harinya dia belajar, dia tidak pernah mengeluh kepada keadaannya yang seperti itu dan kepada orang tuanya bahkan dia bangga kepada orang tuanaya karena orang tuanya masih bisa menafkahi hidup mereka walau pun tidak pernah memberinya uang untuk jajan.
Tibalah hari pembagian amplop, seperti biasa dia pergi ke sekolah pagi sekali,tapi kali ini dia pergi bersama orang tuanya. Pada saat semua amplop telah di bagikan dan ayahnya pun membuka amplop tersebut di depan rudi, dengan tangan yang gemetar dan jantung yang berdegub kencang, dalam hati rudi berkata “apakah aku lulus”, ternyata rudi lulus bahkan dia mendapat nilai tertinggi di sekolahnya dan sekabupaten, dia sangat senang tetapi di sisi lain dia bersedih karean tidak ada biaya untuk kuliah dan mengejar cita-citanaya.
semua teman-temanya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dia hanaya dapat bersedih dan merenung mendengarkan teman-temanya merencanakan untuk kuliah, salah satu temannya bertanya kepadanya “kamu kuliah di mana” dia hanaya tersenyum dan menjawab “aku nggak kuliah, aku mau kerja dulu”, temanya bertanaya lagi “kenapa” dia menjawab  lagi “aku nggak punya biaya untuk kuliah” sejenak mata rudi berkaca-kaca seperti mau menagis.
Suatu hari rudi berpamitan kepada kedua orangtuanya dia ingin merantau ke kota untuk bekerja dan mencari biaya untuk kuliah, kedua orang tuanya menangis tanpa henti karena tidak mau di tinggalkan oleh anak mereka satu-satunya, rudi pun sebenarnya tidak ingin meninggalkan orang tuanaya, namun apa daya keadaan memaksanya agar bisa mengejar cita-citanya.
Sesampainya di kota, dia mencari pekerjaan dengan bermodalkan ijazah SMAnya dia melamar pekerjaan di salah satu perusahaan ternama di kota itu,dan dia langsung di terima di perusahaan itu, di sana dia menjadi Office Boy (OB), dia sangat bersyukur karean bisa bekerja.
Setelah satu tahun bekerja, rudi berhasil mengumpulkan uang untuk biaya kuliahnya.
Hari rudi mendaftar di sebuah  universitas yaitu universitas gajah mada (UGM), dan dia memilih jurusan kedokteran, karena iya ingin mengejar cita-citanya, disana dia mendapat biaya siswa dari pihak kampus karena dia termasuk 10 mahasiswa yang memiliki nilai ijazah tertinggi, biaya siswa 1 semester geratis kuliah, dia sangat bersyukur dan merasa sangat gembira karena mendapat biaya siswa tersebut.
Hari ini hari pertama dia kuliah dan hari pertama ospek untuk seluruh mahasiswa baru di sana,di sana dia sudah mendapatkan banyak teman. dia menjalani ospek dengan penuh kesabaran dan tidak sekalipun mengeluh tidak seperti teman-temannya yang lain yang selalu membangkang kepada seniornya. Seiring berjalannya waktu,ospek akhirnya selesai sekarang seluruh mahasiswa baru merasa lega begitupun dirinya.
Sekarang di tidak tinggal di kos karena tudak mampu membayah kos dan akhirnya dia tinggal di sebuah mesjid yang dekat dengan kampusnya, di mesjid itu dia menjadi marbot mesjid dan dia selalu mendapat upah setiap seminggu sekali itupun hanya cukup untuk dia makan selama seminggu.
Akhirnya 1 semester sudah habis masa dan biaya siswanya juga berakhir, sekarang dia sedang bingung untuk membayar biaya kuliahnya untuk semester berikutnya, tetapi tanpa dia duga dia mendapat biaya siswa lagi untuk 2 semester karena dia adalah salah satu mahasiswa paling berpresatasi di kampus dan di bidangnya.
Seperti hari-hari biasa dia menjalani hidupnya dengan kuliah dan mengurus mesjid yang dia tinggali sekarang.
Pada suatu hari salah satu dosennya sholat di mesjid itu dan melihat rudi sedang menyapu di mesjid itu, dosen itu pun menyapa rudi dan bertanya pada rudi.
Desen              ; rudi kamu tinggal di mana
Rudi                ;saya tinggal di sini pak
Dosen              ;serius kamu, masak kamu tinggal di mesjid
Rudi                ;saya serius pak
Dosen              ;kenapa kamu tinggal di sini, kenapa nggak ngekos aja
Rudi                ;nggak pak, saya ngak mampu bayar uang kos
Dosen              ;bagai mana kalau kamu tinggal sama saya aja, kebetulan saya tinggal sendiri dan di rumah saya ada 1 kamar kosong
Rudi                ;nggak pak, nanti ngerepotin bapak
Dosen              ;ngak, ngerepotin kok
Rudi                ;serius pak
Dosen              ;iya, saya serius, sekarang kemasi semua barang-barang kamu, kita langsung kerumah saya
Rudi                ;iya iya pak tunggu sebentar ya pak
dengan rasa senang rudi pun mulai mengemasi semua barang-barangnya dan langsung menuju mobil dosennya itu, di perjalanan pulang kerumah dosen itu mereka mengobrol.
Dosen              :rud keluarga kamu sekarang ada di mana
Rudi                ;sekarang orang tua saya ada di kampung pak. Kalau keluargga bapak sekarang di mana
Dosen              ;keluarga saya sekarang juga ada di kampung, apa pekerjaan orang tua kamu
Rudi                ;orang tua saya petani pak, apakah bapak sering pulang kampung
Dosen              ;oooh, yaaaa sebulan sekali lah itupun kalau ada libur, kamu
Rudi                ;kalau saya belumpernah pulang kampung
Dosen              ;kenapa
Rudi                ;karena kampung saya jauh dan masih belum punya biaya untuk pilang
Dosen              ;emangnya kampung kamu di mana
Rudi                ;kampung saya di daerah perbatasan negara kita pak
Dosen              ;ooh, pernah nggak kamu kasih kabar orang tua kamu
Rudi                ;pernah, itupun baru sekali
Tidak terasa akhirnya sampailah di rumah dosen tersebut, dosen itu berkata
Dosen              ;sekarang kita sudah sampai
Rudi                ;oo iya
Rudi pun turun dari mobil bersama dosen tersebut dan langsung masuh kerumah yang tidak terlalu terlalu besah, sederhana lah untuk rumah-rumah di kota
Dosen itu pun mengantar rudi ke kamar yang kosong itu, kamarnya berdebu karena tidak terlalu di uruskan, dosen menyuruh rudi membersihkan kamar itu
Dosen              ;rud bersihkan dulu kamarnya ya, saya mau mandi dulu
Rudi                ;iya pak
Setelah setengahjam berlalu rudi pun selesai membersihkan kamar itu dan dia pun langsung mandi karena wajahnya berdebu, setelah mandi dia pun langsung tidur.
Keesokan harinya rudi bangun pagi dan langsung membuat sarapan pagi untuk dosennya dan dirinya, setelah itu dia beres-beres rumah dan membersihkan halaman rumah yang di penuhi dedaunan kering. Kebetulan hari itu dia masuk siang, setelah bersih-bersih dia langsung mandi dan belajar, setelah 3 jam dia mandi lagi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus, dia pergi ke kampus dengan berjalan kaki selama 20 menit berjalan sampailah dia di kampus dan mengikuti pelajran seperti biasa, kegiatan seperti itu di lakukannya hampir setiap hari sampai akhirnya dia menyelelesaikan kuliahnya.
Hari ini dia pulang ke kampung halamannya, sesampainya dia di kampung halamannnya itu di lihatnya kampung halamannnya tidak jau berbeda pada saat di tinggalkan dahulu.
Setibanaya dia di rumah orang tuanya dia mengetuk pintu rumahnya lalu terdengar seseorang sedang berjalan di dalam rumahnya dan membukakan pintu, ternyata orang itu adalah ibunya sendiri, ibunya pun terkejut dan menangis sambil memeluk rudi, ibunya bertanaya kepada rudi
Ibu;kamu kemana saja
Rudi;saya mengejar cita-cita saya bu, sekarang saya sudah menjadi doktor bu
Ibu;alhamdulillah
Sekarang ridi pulang ke kota dan membawa semua anggota keluarganya untuk tinggal di kota karena sekarang dia bekerja di salah satu rumah sakit di kota.
Merekapun hidup bahagia dan tentram di rumah baru mereka yang ada di kota.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar